Samin?
Posted on May 13th, 2004 | by Mirzha |Hal itu ditunjang pula oleh beberapa kejadian2 lucu yang berhubungan dengan orang Samin. Misalnya waktu ditanya berapa lembunya, jawabnya dua, jantan dan betina. Walau kenyataannya punya banyak lembu Pernah suatu kali gw dan beberapa berkunjung ke rumah temen gw di daerah Blora yang katanya masi menganut paham Saminisme. Abis dipersilakan masuk, tuan rumahnya keliatan sibuk nyiapin makanan dan minuman. Nah sebagai layaknya orang Jawa, kami pun berbasa basi sedikit ‘Wah, mboten sah repot2 Bu. (Wah, ga usah repot2 Bu)” Dan coba tebak apa yang terjadi kemudian? Tuan rumahnya bener2 ga jadi ngasih minuman ama makanan kecil yang tadi uda disiapkan. Hiuahuhaa.. Siyall banget, mana aus juga Ada juga kejadian yang baru gw alamin kmaren, walopun gw ga tau itu orang samin ato bukan. Pas gw mo makan di warung kopi di depan kantor. Warungnya rada sepi soalnya pas itu bukan jam istirahat. Karna lagi ga mood makan akhirnya gw cuman pesen mie instant aja dikasih telor. Nah pas uda kelar dimasak, gw mo mulai makan gitu dan biasanya kalo mo makan trus pas disebelahnya ada orang gitu kan ditawarin juga walopun benernya cuman basa basi. Dan kebetulan di sebelah gw ada orang yang udah rada tua gitu. Gw pun nawarin “Monggo Pak (Mari Pak)” Dan kejadian lucu pun terjadi. Setelah denger gw nawarin, dia minta sendok pada pemilik warung, dan ikut makan dari piring gw ! Huhauhaha Gw kaget banget, bahkan orang2 yang diwarung itu pun pada ketawa Akhirnya mie nya gw kasih ke orang itu trus gw pesen mie lagi. Ehehehe, ada ada aja..

11 Responses to “Samin?”
By arwani kohlejo on Jan 26, 2005 | Reply
selain di Blora, di kab. Pati bagian selatan dan di kab. grobogan juga ada orang samin. sebetulnya mereka manamakan dirinya ‘orang sikep’. sikep artinya teguh memegang pendirian (ajaran tokohnya: samin surosentiko). mereka mempunyai lima ajaran: (1) tidak bersekolah, (2) tidak memakai peci, tapi memakai “iket”, yaitu semacam kain yang diikatkan di kepala mirip orang jawa dahulu, (3) tidak berpoligami, (4)tidak memakai celana panjang, dan hanya pakai celana selutut, (5) tidak berdagang. nomor 1-4 adalah simbol penolakan terhadap budaya kolonial Belanda. nomor 5 adalah penolakan terhadap kapitalisme.
walaupun pemerintahan kolonial sudah hengkang, mereka tetep menilai pemerintah sekarang tidak jujur. oleh karenanya, ketika menikah, mereka tidak mencatatkan dirinya baik di KUA atau di catatan sipil.
secara umum, perilaku orang ’sikep’ sangat jujur dan polos tetapi kritis. beberapa aktivis spp (serikat petani pati) bercerita, mereka harus sangat hati-hati menghadapi orang ’sikep’ ini. kalau tidak, mereka bisa-bisa tidak dipercayai.
arwani kohlejo-pati
By mas on Jan 31, 2005 | Reply
sikep itu maknanya lurus ikhlas ,alias jujur. Tidak ada makna yang lain di sebaliknya.
kalau semua orang macam sikep dunia aman. Ngak ada rampok ,kemalingan, perperangan. Islam juga menganjur umatnya begitu. Bener ngak.
By joko surosentiko on Aug 18, 2005 | Reply
siapa bilang orang samin itu semua BODOH buktinya saya sekarang saya bisa pegang komputer pegang aja tapi yang tulis kawan ku
aku asli jateng desa klopo duwor
kec jepon kab blora
memmang asumsi samin itu seperti menganggap bodoh semua orang smin sebetulnya gak kok cuman karena mereka itu daerah nya ada di hutan jadi cara hidup mereka ya macam itu mereka gak gila kok mereka waras tetapi menurut pandangan mereka sediri
ok don”t think all samin is cruesy
By hasan asqolani on Sep 1, 2005 | Reply
berdasarkan pengalamanku berkawan dengan sebagian orang samin (sikep), sebenarnya apa yang mereka lakukan dan katakan itu adalah cerminan budaya luhur yang seharusnya ditiru banyak orang. ketika kami berdiskusi tentang keyakinannya, aku menemukan hal yang sama dalam dunia sufi Islam. dan yang lebih penting, sikap perlawanan yang mereka lakukan (yaitu pembangkangan), adalah strategi yang efektif untuk melawan penguasa yang tiran.
By Pieter on Mar 23, 2006 | Reply
adakah yang bisa membantu memberikan informasi mengenai masyarkat samin sebagai referensi tugas akhir dari perkuliahan saya. ataukah ada yang bisa memberikan nomor untuk dihubungi krn saya akan mengangkat kehidupan masyarakat samin melalui fotografi dokumenter. Kira-kira saya akan berangkat pada awal bulan april 2006. Mohon bantuannya
By Pieter on Mar 23, 2006 | Reply
bagi yang mau membantu memberikan informasi tolong hubungi di
email : p1373r_s@yahoo.com /
Telp : 031-60723807
By retno on Mar 29, 2006 | Reply
saya orang asli blora. sekarang saya sedang mengerjakan skripsi tentang orang sikep. saya sudah berkawan dengan beberapa dari sedulur sikep yang ada di blora, lho. butuh info? email aja ke add-ku. Saya jamin nanti kita akan saling bertukar pikiran dan berbagi tentang mereka. two tumbs up for them!and for us who still concern about them!
By Irawan Bagus on May 19, 2006 | Reply
Aq orang blora asli,tp slama ini aku belum pernaah tau dmana jugaa tempat orang samin brada.Bisaa gaak aku di kasi tau?
By husaini on May 23, 2006 | Reply
aku orang pati. sehari-hari aku bergaul dengan sedulur sikep di Pati. kadang aku bersama anak-anak merek belajar nembang, nulis jawa dan karang juga mengajari mereka menulis, membaca. juga mengkritisi persoalan kehidupan sehari-hari mulai dari tv sampai jajanan anak.
By husaini on May 23, 2006 | Reply
bagi teman-teman yang kepingin tau lebih dekat dengan sedulur sikep, aku bisa membantu untuk yang di Pati dan Kudus.
kalian bisa kontak aku di 081325494940.
untuk retno, mungkin kita bisa berdiskusi dan bisakah aku dapatkan hasil penelitianmu tentang sedulur sikep? di Pati mereka mulai kritis dengan para peneliti karena banyak peneliti yang salah tangkap tentang sedulur sikep.
By ninaz on Nov 14, 2008 | Reply
@ mbak retno, bisa saya minta email add-nya? saya sedang mengadakan penelitian masyarakat samin blora