Bad or..?
Posted on October 11th, 2004 | by Mirzha |Singkat cerita, saya pun kena tilang dengan 2 pasal yang dilanggar (saya lupa pasal berapa). Karena kalau tidak membawa STNK, motor akan disita sebagai barang jaminan, maka saya pun menelepon teman untuk datang membawa STNK, untuk dijadikan sebagai barang jaminan. Setelah teman saya datang, saya tukarkan STNK saya dengan kunci motor, dengan tidak lupa berbisik kepada bapak polisi yang membuat surat tilang :P “Pak, damai aja bisa ga Pak?” Wah.. dihati saya kagum sama bapak-bapak polisi yang merazia saya malam itu. Ternyata mereka tidak seburuk kata orang. Esoknya saya pun pergi ke kantor polsek xxx dengan persiapan untuk menghadapi sidang. Sampai disana, saya langsung menemui polisi yang jaga, dan mengatakan bahwa saya terkena razia tadi malam dan disuruh ke kantor sini. Dengan ramahnya mereka pun menunjukkan salah satu ruangan dan mempersilahkan saya duduk untuk kemudian memanggilkan polisi yang bertugas disitu. Beberapa saat kemudian datang ibu Polwan yang menanyakan keperluan saya. Setelah saya menjelaskan, dia bertanya apakah saya mau ‘titip sidang’. Karena saya baru pertama kali itu terkena tilang dan masih sedikit bingung tentang prosedurnya, saya pun mengiyakan. Kemudian ibu polwan itu bilang biayanya 75 ribu. Setelah saya bayar, saya disuruh mengisi form bukti pengambilan, dan setelah itu STNK saya pun dikembalikan. Wew.. kekaguman yang sempat muncul di hati saya malam itu pun lenyap karena saya pikir ‘titip sidang’ adalah kamuflase para polisi agar tidak dituduh ‘tembak ditempat’. Ujung ujungnya tetap saja duit. Beberapa saat kemudian saya mulai berpikir secara obyektif. Dan kemudian saya sampe pada kesimpulan bahwa ‘titip sidang’ tidak jelek sepenuhnya. Itu justru membantu kita agar tidak membuang-buang waktu menghadiri sidang yang mungkin berlangsung beberapa kali. Dan bahkan mungkin biaya sidang akan lebih dari yang saya bayar kepada ibu polwan tadi terutama kalo kita menggunakan jasa calo. Tapi disisi lain, saya juga merasa bahwa yang saya lakukan dengan ‘titip sidang’ itu tidak benar karena bisa dibilang melanggar peraturan perundangan. But who cares? Bagaimana menurut teman-teman?
“Engga bisa, besok aja diambil di kantor STNK nya”

4 Responses to “Bad or..?”
By jo on Oct 12, 2004 | Reply
mnrt gw sih sidangnya sendiri aja buang2 waktu dan membuka kesempatan utk calo dan uang pelicin gituan deh.. knp sih mereka engga langsung ada aturannya aja klo emang kena razia tuh ato kesalahan apa tuh ada sanksinya tersendiri yang udah ditentuin ama pemerintah.. dan klo emang bayar ya bisa langsung transfer ke pemerintah ato gmn gitu yg duitnya jelas ke mana.. buat bangun jalan kek ato apa gitu ada badannya yg ngurusin.. kaya pas gw di oz ato di sg tuh di surat tilang ada reference number jadi klo pas transfer tinggal taro nomer itu.. lah klo emang udah jelas2 salah kok buat apa sidang lagi.. kecuali loe ga merasa loe bikin salah tapi loe dikasi surat tilang nah baru deh disidang.. geto loh..
By sherly on Oct 15, 2004 | Reply
haiyaaa… dasar emang eloe zhaaa… makanya kapan2 STNK dibawa yahhhh!! :p
By vierz on Oct 16, 2004 | Reply
walahh…serem ga seh disidang geto? hiyy lain kali ati2 yaahh…untung saya blum bisa nyetir (ga nyambung) :D
By iky on Oct 19, 2004 | Reply
hehehe… kita sama mas..
masalahnya yang beda dari saya dan mas.. adalah saya nabrak polisinya, tapi saya bawa semua surat2nya lho… hehe..
Pokoknya klo mo langgar lalu lintas, siapkan dulu semuanya, termasuk juga jalan yang akan kita lalui.